Bebek Kaleyo

Saat ini saya ingin menulis tentang makanan yang sedang menjadi favorite keluarga saya akhir-akhir ini. Bebek Kaleyo ini saya tau dari TV Cable sebagai pemenang Foodwars Asia (Acara kompetisi makanan yang mempertandingkan 2 restoran pilihan yang menjual makanan khas dari suatu Negara). Saking penasarannya kami segera menghampiri restoran yang merupakan cabang dari Jakarta, yang letaknya berada di belokan menuju Tol Pasteur di perempatan lampu merah di Jalan Pasir Kaliki.

image

image

     (Photo credit by kompasiana.com)

Beginilah sekilas penampakan restoran bebek kaleyo. Tempat ini merupakan eks Factory Outlet Bali heaven.  Tempatnya terasa nyaman dan teduh yang banyak didominasi dengan ornamen kayu, sehingga ikut menggugah selera makan. Sebenarnya saya mempunyai ekspektasi yang cukup tinggi akan kuliner bebek, karna dalam kamus saya bebek yang enak
hanya ada di bali yang memang sudah sangat tersohor akan kelezatannya itu. Terlebih bebek yang tidak diolah dengan baik, akan berbau dan terasa keras ketika dikunyah. Tanpa banyak basa basi saya langsung melihat buku menu. Disini ternyata banyak varian bebeknya. Dari bebek kampung, bebek muda dan bebek peking serta yang import. Sesuai saran dari pelayan, saya memesan bebek kampung yang menjadi menu favorite. Yang saya pesan adalah 2 tipe yaitu bebek kampung goreng kremes dan goreng cabe hijau.

image

image

Dan benar setelah saya cicipi,  bebek kremesnya tidak berbau. Bumbu meresap dengan sempurna sehingga dagingnya terasa juicy dan gurih. Dan yang tepenting kulit bebeknya tidak alot. Persis dengan kriteria yang saya inginkan. Saya serasa sedang menyantap ayam goreng crispy saking enaknya. Apalagi setelah saya mencoba varian yang memakai sambal hijau, membuat lidah serasa bergoyang. Ternyata sambal hijau inilah rahasia bebek kaleyo yang tidak dimiliki bebek yang lainnya. Rasa sambal hijaunya seperti sambal masakan padang. Tidak terlalu pedas tetapi lebih nikmat karna ada minyak sari kaldu bebeknya sehingga terasa sangat gurih. Apalagi setelah dipadukan dengan daging bebeknya, menjadi kombinasi yang sempurna sehingga membuat anda seperti ingin terus menyantap bebek ini.
Saya sarankan anda memilih menu yang ada optional yang memakai cabe hijaunya seperti bebek kampung, bebek muda dan bebek cabe hijau. Karna ternyata menu bebeknya tidak semua bisa memakai cabai hijau ini. Disini tersedia juga pake hemat dengan porsi yg lebih kecil sudah termasuk nasi dan minum sehingga terasa lebih murah. Dan yang lebih penting yang perlu anda ketahui, porsi bebek dan sambal hijau akan lebih banyak jika di take away dibandingkan makan di tempat. Selain menghemat biaya nasi yang terbilang cukup mahal, anda akan lebih puas menikmatinya di rumah. Pilihlah juga bebek muda untuk porsi yang lebih besar. Bebek ini tersedia juga dalam bentuk Bebek bakar.

Harga : Rp 18.500-103.000 (Bebek utuh)
Tingkat kenikmatan: 9
Value for money: 9
Lokasi :  Jalan Pasir Kaliki 185-189
Telepon : 022 95100413

Conclution :  Jika Anda ingin menikmati Bebek Goreng yang juicy dengan sensasi sambal hijau yang pedas dan gurih serta harga yang terjangkau, Bebek Kaleyo adalah pilihan yang tepat. Jadi tunggu apalagi? Let’s Dig In !

Advertisements

Babi Guling Oka vs Candra vs Malen

Mari kita mulai mereview kuliner khas Bali yg menjadi favorite semua turis di Pulau Dewata. Ya Babi Guling tentunya Alias Bigul.. Nasi yang dipadukan dengan rempah sayur khas Bali dan keringan kulit Babi yang crispy serta sate lilit yg fenomenal itu, membuat semua lidah penikmatnya bergoyang dan seperti tidak pernah ada kata cukup untuk menikmati kuliner yang satu ini. Ibarat masakan tanpa garam demikian pula terasa belum afdol apabila ke bali tanpa makan Bigul.. Ada banyak penjual bigul di Bali. Tapi saya hanya akan mereview 3 bigul yang paling banyak dimention orang dan yang saya nikmati sendiri.. Yaitu Bigul Ibu Oka, Pak Malen dan Candra.

1. Bigul Ibu Oka
Bigul di daerah Ubud yang satu ini adalah salah satu pelopor bigul di Bali yg namanya sudah tersohor sampai ke mancanegara. Bahkan Antoine Bourdain ( Host acara kuliner di AFC No Reservation) menyebut Ibu Oka “Must Try Food in Bali”.

image

Terlintas sepintas yang sangat menonjol dari Bigul Ibu Oka ini adalah banyaknya rempah khas Bali serta kulit babinya yang terlihat sangat crispy.  Dan setelah dicoba rasa rempah sangat mendominasi ketika dinikmati. Keringan usus cukup terasa garing. Rasa daging putih dan lawar serta sosis berpadu dengan sempurna bersama nasi yang dilumuri rempah. Dan yang menjadi juara dari hidangan ini adalah kulit crispy yang berwana kecoklatan. Saking crispynya seperti sedang memakan kerupuk. Menurut saya kulit Bigul Ibu Oka adalah yang  terenyah dari semua Bigul yang pernah saya coba di bali. Sayangnya hidangan yang nikmat ini tidak dilengkapi sate lilit yang menjadi pelengkap sempurna. Harap diingat para foodlover harus datang sebelum jam 2 siang kalo tidak mau kehabisan kulit crispy ini. Dengan kata lain apabila anda ingin menikmati resep asli bigul khas bali tanpa harus memikirkan lokasi yang jauh dari pusat kota, Bigul Ibu Oka adalah tempatnya.
– Harga : Rp 40.000
– Tingkat kenikmatan : 9
– Value for money : 8
– Lokasi : Jl Suweta Ubud

2. Bigul Candra
Bigul yang terletak di daerah Denpasar ini, sangat digemari oleh para penduduk
lokat setempat. Selain karna harganya yang terbilang cukup murah, porsinya pun berlimpah. Tak heran bigul ini selalu ramai oleh pembeli apalagi di saat jam makan. Bigul ini satu-satunya tempat yang buka sampai malam hari.

image

Nah terlihat kan porsinya yang sangat banyak. Selain lawar, daging putih dan kulit crispy, bigul ini dilengkapi dengan sate lilit serta sate babi yang semakin membuat hidangan ini terasa lengkap. Dari segi rasa yang sangat menonjol adalah rasa satenya yang terasa gurih. Meskipun kulit crispynya tidak serenyah Ibu Oka tetapi rasanya tidak kalah enak. Tapi saya sarankan untuk menikmati hidangan ini sebelum malam hari. Karna dibeberapa kesempatan malam, saya menemukan kalau bagian yang kering terasa lebih keras. Tidak serenyah waktu di siang hari. Nah foodlovers kelebihan bigul ini kulit crispynya kita bisa dipesan terpisah sehingga akan terasa lebih puas untuk menikmatinya.
– Harga : Rp 40.000
– Tingkat kenikmatan : 8
– Value for money : 9
– Lokasi : Jl Teuku Umar Denpasar

3. Bigul Pak Malen
Tiba saatnya meriview Bigul favorite saya ini. Selain letaknya yang di tengah kota di Sunset Road, Bigul ini sedang happening di kalangan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sudah menjadi pemandangan yang lumrah apabila terjadi antrian untuk makan ataupun takeaway ditempat ini.

image

Menggiurkan bukan? Selain lawar, kulit crispy, daging putih dan sate, banyak terdapat keringan baik kulit babi ataupun usus crispy yang sangat menggugah selera. Usus kering yg berwarna kecoklatan dan kerupuk kulit inilah yang menjadi highlight keseluruhan hidangan yang tidak dimiliki oleh Bigul Ibu Oka dan Candra. Apalagi setelah dinikmati, dijamin anda akan nagih untuk terus menyantap keringan kulit yang fantastis ini. Usus kering inipun dijual dalam bentuk paket di meja kasir jika anda ingin menyantapnya di rumah.
– Harga : Rp 40.000
– Tingkat Kenikmatan : 9
– Value for money : 9
– Lokasi : Jl Sunset Road 554

Conclusion: Jika anda ingin menikmati kulit bigul yang crispy serta bigul rasa autentik Bali yang penuh rempah, Ibu Okalah pilihan yang tepat. Jika anda ingin menikmati Bigul dengan porsi berlimpah serta sate lilit dan sate babi nya yang gurih, maka Bigul Candra tentu saja yang anda ingin santap. Dan jika anda mencari sensasi Bigul yang berlimpah keringan usus dan krupuk kulit yang serba crispy,  Bigul Pak Malenlah yang anda harus pilih. Jadi Bigul mana yang akan anda datangi?  Let’s Dig In !!

My Culinary Food Journey

Hi foodlovers passion saya adalah mereview dan menikmati berbagai jenis makanan yang bukan hanya enak untuk dimakan tetapi harus sesuai dengan value for money dr mkanan tersebut. Saya berusaha untuk jujur menilai setiap makanan sehingga para pembaca saya dapat mendapat gambaran seobjektif mungkin sebelum memutuskan untuk membeli dan menikmati sajian kuliner. Semoga review saya dapat membantu para kuliner mania.. Let’s Dig in..